Perkemahan Pathfinder Terusan Surabaya (TS58), Malang

Sabat pagi, 7 November 2015, Klub Pathfinder Terusan Surabaya 58 menunjukkan komitmennya untuk dating tepat waktu pukul 6 pagi dan bersiap sedia untuk menempuh perjalanan 2,5 jam menuju wilayah selatan Kota Malang. Di bawah komando MG. Billy kami berkumpul dan mendengarkan sejumlah kesepakatan yang harus dan dilarang kami lakukan di Bumi Perkemahan Bebas Keluhan, Pantai Tambah Malang Selatan. Setibanya di area perkemahan dilaksanakanlah kebaktian Sekolah Sabat dan Khotbah. Selanjutnya kami makan siang dan melakukan persiapan pembangunan tenda. Pada pukul 1 di bawah terik matahari pesisir pantai kami melakukan upacara pembukaan dan berkomitmen pada janji perkamahan yang kami ucapkan:

Udara panas udara dingin,
Syukuri! Nasi keras nasi lembek,
Nikmati! Perbekalan cukup tidak cukup,
Cukupkan! Karena bumi perkemahan ini ingin bebas dari keluhan.

10864999_902561129819616_141433599_n

Pada sore hari beberapa kelas kepahaman diberikan oleh beberapa MG dan CMG, antara lain MG Billy dengan kelas kepahaman Camp Skill III, MG Yohanes dengan kelas kepahaman Etika Kristiani, CMG Jogi dan Jodie dengan kelas kepahaman Backpacking. Hari sabat ditutup dengan renungan dan doa bersama yang dipimpin oleh MG. Atho. Selanjutnya, setelah makan malam, dilakukan acara Talent Show yang diikuti dengan acara Sharing Session yang dipimpin oleh MG Atho dan MG Amelia. Pada sesi tersebut peserta mulai saling berbagi cerita dan pergumulan, sehingga malam terasa semakin hangat dan akrab. Acara malam itu memperdalam pengenalan peserta satu dengan lainnya dan mengingatkan satu sama lain bahwa setiap anggota yang bergabung memiliki peranan penting yang sama dalam kegiatan kepathfinderan TS58. Tawa, tangis, dan kata-kata nasihat membuat malam itu terasa terlalu cepat untuk di akhiri. Lagu-lagu dinyanyikan sehingga berat rasanya untuk mengakhiri malam dan beristirahat. Namun, kegiatan harus diakhiri karena ada tugas besar yang menanti keesokan harinya. Hari minggu pagi yang cerah, setelah mendengarkan renungan yang dibawakan oleh sahabat Desna, kami bergegas menyelesaikan sarapan sederhana kami. Tepat pukul 7 pagi kami pergi menuju rumahrumah warga untuk memberikan bantuan sukarela dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Berbagai macam pekerjaan yang ditemui oleh setiap kelompok yang terdiri dari 2 orang. Pekerjaan yang dilakukan beragam, mulai dari membersihkan rumah, mencuci piring, memberi makan babi, hingga mengejar babi pun dilakukan. Berbagai jenis keluarga kami jumpai, ada yang tinggal bersama dengan keluarga dan anak-anaknya, ada pula yang tinggal seorang diri di usia senjanya. Hal itu semua membuat kami belajar dan bersyukur akan kehidupan yang kami jalani. Disisi lain kami juga bersukacita karena kami boleh berbagi cerita, saling mendengar nasihat dan kami boleh berdoa bersama-sama dengan keluarga yang kami kunjungi. Setelah kegiatan volunteering kami lakukan, kamu bermain bersama-sama di laut, saling mengakrabkan diri satu dengan yang lain. Sebelum pulang kami melakukan upacara penutupan yang dihadiri oleh ketua RT di lingkungan sekitar. Kami berharap perkemahan dan kunjungan yang kami lakukan dapat menjadi langkah awal dalam menjalin hubungan yang berkelanjutan dengan saudarasaudara yang berada di lingkungan Pantai Tamban. Puji Tuhan perkemahan bebas keluhan berhasil kami lewati tanpa kurang suatu apapun dan kami dapat kembali dengan selamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s